Ibu Risma Membeberkan Cerita Sebenarnya Tentang “ Dihina Guru Saat Menyamar Jadi Wali Murid” Ternyata...



 
"Saya diberikan catatan oleh sekolah bahwa tagihan sekolah anaknya Rp900 ribu, Rp450 ribu untuk rekreasi.  Begitu saya mau bayar, ibu guru bilang, `bisa bayar uang Rp450 ribu dan bisa bayar anak yang lain sekitar hampir Rp5 juta? Untuk bayar uang rekreasi saja Rp450 ribu tidak bisa bayar`. Saya digitukan. Di situ saya marah," cerita Risma dengan wajah memerah.

Sambil menahan emosi, Risma meyakinkan kepada Hakim Arif, bahwa sistem pendidikan di Surabaya tidak sepenuhnya gratis. Beberapa sekolah masih memungut iuran kepada siswa di luar kegiatan sekolah. Risma bilang, banyak anak-anak miskin putus juga karena tidak bisa menebus pengambilan ijazah.

"Yang Mulia, ini tidak adil bagi orang miskin," ungkap Risma dengan suara sumbang.
Bibir Risma tampak bergetar, suaranya semakin mengecil. Risma tetap berusaha melanjutkan pandangannya soal sistem pendidikan di Surabaya. Dia menambahkan, tak hanya peserta didik, tenaga pengajar juga belum mendapatkan kehidupan yang layak.

Ketika menjadi Wali Kota Surabaya, Risma berjanji akan meningkatkan anggaran pendidikan di Surabaya. Saat ini, Risma mengatakan, anggaran pendidikan di Surabaya lebih tinggi dari anggaran nasional sebesar 20 persen.

Anggaran pendidikan di Surabaya selalu di atas 30 persen dari APBD sejak 2011. Risma tidak mau ada anak-anak putus sekolah karena tak bisa membayar uang sekolah.
"Karena saya ingin beri tahu kepada masyarakat, pendidikan itu hak semua orang. Siapapun dia, biarpun mereka miskin," tegasnya.

LANJUTBACA HALAMAN 3

loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ibu Risma Membeberkan Cerita Sebenarnya Tentang “ Dihina Guru Saat Menyamar Jadi Wali Murid” Ternyata..."

Posting Komentar