Jangan remeh...!! Sarjana jadi Petani, Hasilnya Rp 700 Juta per Bulan. Begini rahasianya..

 
Fahri juga berhasil memberangkatkan ayahnya umrah, membeli 2 unit Avanza, 3 unit sepeda motor Kawasaki, dan membangun rumah dari hasil bertani.

Fahri hanya mengenyam ilmu bercocok tanam secara formal di tingkat SMA. Ia sendiri merupakan seorang sarjana Biologi.

"Tapi sejak kecil sudah sering ikut ayah bertani. SMA, jurusan saya adalah pertanian. Jadi tidak sulit bagi saya geluti dunia pertanian," ungkapnya.

Usaha budidaya Fahri dan rekan-rekannya ini bukannya tak pernah mengalami kendala. Pada 2016, bisnis mereka sempat mandek lantaran minimnya permintaan pasar.

Penyebabnya adalah banyaknya tomat dan cabai impor dari luar Maluku Utara yang beredar di pasaran.

"Tapi itu tidak melemahkan semangat kami. Kami tetap bertani, karena itu sumber hidup kami," imbuhnya.

Meski kini permintaan pasar sudah kembali normal, Fahri berharap pemerintah mau melakukan intervensi yang menguntungkan petani lokal. Salah satu caranya adalah mengurangi impor rempah.

"Bila perlu putuskan rantai ketergantungan rempah dan sembako dari daerah lain, sebab bisa membahayakan petani lokal. Kami yakin pasokan di daerah bisa menjamin konsumsi masyarakat," tandasnya.(*/R04/jpnn)

Sumber : http://riausky.com

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspage dan tetap kunjungi situs kami di WWW.PERANGKATGURU.COM,  Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.
loading...

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jangan remeh...!! Sarjana jadi Petani, Hasilnya Rp 700 Juta per Bulan. Begini rahasianya.."

Posting Komentar